Para hacker atau peretas, identik dengan merusak, karena mereka
mencari titik lemah pada suatu sistem keamanan atau bahkan menembus
dengan cara “paksa”. Banyak kerugian dari ulah para hacker yang tak
bertanggung jawab, terlebih menyebarkan data rahasia dari situs yang
mereka retas.
Hal tersebut juga baru-baru saja terjadi di Kanada, salah satu situs
kencan yang berasal dari negara tersebut, Ashley Madison, baru-baru saja
diretas oleh sekelompok hacker yang menyebut dirinya The Impact Team.
Sejatinya, situs Ashley Madison ini merupakan situs kencan, bagi yang
telah memiliki pasangan suami ataupun istri.
Kawanan hacker dari The Impact Team ini berhasil masuk ke sistem dan
mengambil data dari situs kencan tersebut, yang telah memiliki pengguna
lebih dari 30 juta. The Impact Team berhasil mengunduh file sebesar 9GB
yang berisikan data-data dari para pengguna situs kencan tersebut. Baik
informasi nama, alamat email, alamat tempat tinggal, bahkan detail dari
rincian kartu kredit.
Avid Life Media, selaku induk perusahaan Ashley Madison geram dengan
tindakan para hacker tersebut dan memberikan sejumlah imbalan yang
terbilang fantastis. Dilansir dari Fastcompany, Rabu (26/8/2015), pihak
Avid Life Media telah melayangkan gugatan ke Kepolisian Toronto, dan
menawarkan imbalan sebesar 500 ribu Dollar Kanada, atau setara dengan
5.3 miliyar Rupiah. Hal ini dibenarkan oleh staff pengawas dari
Kepolisian Toronto.
Imbalan tersebut mengacu pada informasi dari kawanan hacker tersebut
yang dapat merujuk ke proses identifikasi, penangkapan, dan tuntutan.
Namun, sejauh ini, para hacker kelas kakap biasanya sangat susah
tertangkap karena mereka pandai menyembunyikan barang bukti. Seperti
yang dikatakan oleh Mark Lanterman, kurang dari 1% hacker yang pernah
tertangkap selama ini. Pria yang memiliki jabatan sebagai Kepala Bidang
Teknologi, Computer Forensic Services di Amerika ini juga menambahkan,
seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami untuk menangkap kawanan
hacker profesional. Bila ditemukan barang buktipun, para hacker akan
mencari cara bahwa barang bukti yang ditemukan tidak bisa menyeret
mereka sama sekali ke meja hijau.
Wah, seserius ini ya hingga pihak Avid Life Media memberikan imbalan
demi menangkap hacker yang telah mengambil data-data pelanggan mereka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar